Cara Buat Laporan Laba Rugi di Akuntansi

Banyak orang bertanya bagaimana cara buat laporan laba rugi di akuntansi, pertanyaan ini akan kita jawab dalam artikel ini dengan bahasa yang mudah dipahami untuk semua kalangan.

Apa itu Laba/Rugi?

Dasar Laba adalah Pendapatan (dikurangi) Biaya.

  • Jika pendapatan lebih besar daripada biaya maka Laba / untung.
  • Jika pendapatan lebih kecil daripada biaya maka rugi / buntung.

Tentu anda harus tahu komponen pendapatan dan juga komponen biaya, sebagai gambaran singkat berikut daftar komponen pendapatan dan biaya.

PENDAPATAN

  • jual jasa
  • bunga bank
  • dll.

BIAYA

  • upah pekerja / gaji karyawan
  • biaya listrik
  • dll.

Contoh:

Sebuah Usaha Pijat Reflexy

Pendapatan

  • Pendapatan jasa pijat refelexy bulan Januari: Rp.30.000.000
  • Bunga bank bulan januari Rp.1.000.000
  • TOTAL PENDAPATAN: Rp.31.000.000

Biaya:

  • Upah pekerja Rp.10.000.000
  • Biaya listrik Rp.500.000
  • Biaya pulsa telefon Rp.250.000
  • Biaya PAM (air bersih) Rp.200.000
  • Biaya pembelian minyak urut Rp.50.000
  • TOTAL BIAYA Rp.11.000.000

Laba: 31.000.000 – 11.000.000 = Rp.20.000.000

Contoh di atas sangat mudah dipahami bukan? ya, karena itu contoh usaha paling mudah dicatat yaitu usaha jasa.

Lalu bagaimana cara membuat laporan versi resminya?

Kabar baiknya KITA TIDAK PERLU MEMBUAT, hanya perlu mengunduh atau mencetak saja, karena jaman sekarang kita pasti menggunakan aplikasi dalam pencatatan keuangan, tidak pakai buku kertas ataupun excel.

contohnya jika kita menggunakan Ruas Accounting maka tinggal menggunakan menu Laporan => Laporan Laba Rugi.

Lalu bagaimana kalau usahanya perdagangan yang melibatkan stok barang yang dibeli atau “harga pokok barang” / harga pokok penjualan (HPP) / cost of good sold (COGS)?

Tenang! tidak ribet, kita hanya perlu menambahkan harga beli barang.

maka cara mencatatnya adalah:

PENDAPATAN (dikurangi) HARGA BELI BARANG (dikurangi) BIAYA

penjelasan lengkapnya ditunggu ya! akan kita buatkan di artikel khusus.

Scroll to Top